Breaking
AsiaPlayLiveRekonix
Gadget

Linus Tech Tips Sebut Steam Machine Jadi PC Desktop Terbaik yang Pernah Dipakainya, Bukan Karena Performanya

Linus Tech Tips Sebut Steam Machine Jadi PC Desktop Terbaik yang Pernah Dipakainya, Bukan Karena Performanya

Perangkat Steam Machine generasi terbaru dari Valve kembali memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta teknologi. Pendiri Linus Tech Tips, Linus Sebastian, melayangkan pujian yang mengejutkan dengan mengklaim Steam Machine sebagai PC desktop terbaik yang pernah ia pakai, meskipun ia sempat mengkritik harga serta performanya untuk kebutuhan gim.

Penilaian anyar tersebut terungkap dalam tayangan video terbaru Linus Tech Tips. Linus menekankan bahwa keunggulan terbesar Steam Machine bukan terletak pada spesifikasi hardware kelas atas, melainkan pada keunggulan sistem operasi SteamOS yang jauh lebih mulus dan praktis dibanding OS desktop pada umumnya.

Kritik Performa Gaming vs Kenyamanan Operasional Harian

Beberapa pekan sebelumnya, Linus sempat menilai Steam Machine terlalu mahal jika ditandingkan dengan PlayStation 5 atau PC rakitan. Dipasarkan mulai dari $1.049 USD (sekitar Rp18,88 juta) untuk varian 512 GB hingga $1.350 USD (sekitar Rp24,30 juta) untuk tipe 2 TB, rasio harga terhadap frame rate gim yang dihasilkan dianggap kurang kompetitif.

Namun, setelah memanfaatkan Steam Machine sebagai komputer kerja utama, pandangannya berubah total. Lingkungan SteamOS berbasis Linux terbukti bersih dari gangguan khas Windows, seperti update otomatis yang mengganggu hingga tumpukan aplikasi bawaan (bloatware).

Ini adalah PC desktop terbaik yang pernah saya gunakan. Valve secara tidak sengaja berhasil membuat PC desktop terbaik yang pernah saya gunakan.

Linus Sebastian, Pendiri dan Host Linus Tech Tips

Ekosistem SteamOS yang Semakin Matang

Kematangan SteamOS saat ini merupakan buah manis dari pengembangan konsisten Valve pada ekosistem Steam Deck. Berbekal antarmuka KDE Plasma, pengguna dapat dengan mudah beralih ke mode desktop untuk keperluan produktivitas, browsing, hingga pekerjaan harian tanpa hambatan teknis.

Meski demikian, Linus tidak menarik kritiknya terkait posisi Steam Machine di ranah gim murni, di mana ia menganggap konsol tradisional masih unggul dari segi rasio harga dan performa.

Saya tetap berpendapat bahwa untuk bermain gim, PlayStation 5 menawarkan nilai yang lebih baik.

Linus Sebastian, Pendiri dan Host Linus Tech Tips

Respons Media Teknologi dan Masa Depan OS Desktop

Pandangan Linus ini sejalan dengan ulasan dari berbagai media teknologi. Mayoritas penguji sepakat memuji desain fisik yang ringkas, sirkulasi pendingin yang hening, serta integrasi ruang keluarga yang apik, walau memaklumi bahwa harganya relatif tinggi.

Pada akhirnya, keberhasilan Valve memoles SteamOS menjadi batu loncatan penting di industri komputer. Steam Machine mungkin menjadi produk berniche khusus, tetapi sistem operasinya berpotensi kuat menjadi alternatif utama Windows yang sederhana, konsisten, dan bebas dari gangguan di masa depan.

Kondisi Ketersediaan di Pasar Indonesia

Bagi kalangan gamer di Tanah Air, unit Steam Machine saat ini tergolong cukup langka karena Valve belum membuka distribusi resmi secara langsung. Sebagian besar peminat masih bergantung pada skema pengimpor pihak ketiga yang memicu lonjakan harga akibat penyesuaian pajak dan margin penjualan.

Kendati terkesan mahal jika diadu dengan konsol murni, harga tersebut dinilai tetap rasional apabila dikategorikan ke dalam segmen mini PC premium. Pada akhirnya, keberhasilan SteamOS membuktikan bahwa diferensiasi komputasi modern kini tidak lagi melulu bergantung pada dorongan daya spesifikasi mentah, melainkan pada keandalan sistem operasi yang konsisten dan bebas gangguan.

Sumber: asiaplaylive.com

← Lihat berita lainnya

Official Partner
Rekonix Team Esport