Hasil Pekan Kedua EWC 2026: Empat Juara Terpilih, Perebutan Club Championship Kian Sengit

Memasuki pekan kedua penyelenggaraan Esports World Cup (EWC) 2026, empat cabang esports berhasil menobatkan juaranya. League of Legends, Dota 2, Mobile Legends: Bang Bang Women's International (MWI), dan Free Fire menghadirkan pertandingan final yang penuh drama sekaligus mengubah peta persaingan Club Championship.
Empat organisasi esports berbeda sukses mengangkat trofi di Paris. Dplus KIA menjadi kampiun League of Legends, PARIVISION menguasai Dota 2, Team Vitality mempertahankan mahkota MWI, sementara LYON menciptakan kejutan besar di Free Fire.
Selain hadiah uang tunai yang mencapai jutaan dolar, setiap kemenangan juga memberikan poin penting dalam perebutan Club Championship, penghargaan paling bergengsi bagi organisasi esports terbaik sepanjang Esports World Cup 2026.

html{scroll-behavior:smooth} [id]{scroll-margin-top:110px} .daftarisi{border:1px solid #FFC700} .daftarisi ul{margin-left:8px} .daftarisi ul li a{margin-left:2px;color:#5273F6;font-weight:600} .daftarisi ul li a:hover{color:#FFC700} span#tocText,#tocIcon{color:#FFC700} Daftar Isi Sembunyikan Dplus KIA Bangkit dan Juara League of Legends EWC 2026 PARIVISION Tak Terbendung, Rebut Gelar Dota 2 EWC 2026 Team Vitality Pertahankan Takhta MWI 2026 LYON Ciptakan Kisah Comeback Terbaik di Free Fire document.addEventListener('DOMContentLoaded',function(){ const collapse=document.getElementById('tocCollapse'); const icon=document.getElementById('tocIcon'); const text=document.getElementById('tocText'); if(collapse){ collapse.addEventListener('shown.bs.collapse',function(){ icon.className='fa fa-chevron-up ms-1 fs-10'; text.textContent='Sembunyikan'; }); collapse.addEventListener('hidden.bs.collapse',function(){ icon.className='fa fa-chevron-down ms-1 fs-10'; text.textContent='Tampilkan'; }); } }); Dplus KIA Bangkit dan Juara League of Legends EWC 2026
Salah satu kejutan terbesar pekan kedua datang dari cabang League of Legends.
Meski tidak berstatus sebagai favorit usai menjalani performa domestik yang kurang konsisten, Dplus KIA tampil luar biasa sepanjang turnamen. Pada partai Grand Final, wakil Korea Selatan tersebut berhasil membungkam dukungan publik tuan rumah dengan mengalahkan Karmine Corp secara meyakinkan 3-0.
Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa Dplus KIA mulai kembali menemukan identitasnya sebagai salah satu kekuatan besar League of Legends dunia setelah beberapa musim menjalani proses regenerasi.
Bot laner muda Shin "Smash" Geum-jae tampil gemilang sepanjang final dan dinobatkan sebagai SONY MVP berkat kontribusinya di tiga pertandingan.
Sebagai juara, Dplus KIA membawa pulang hadiah utama sebesar US$600.000 sekaligus mengamankan poin penting untuk klasemen Club Championship.

PARIVISION Tak Terbendung, Rebut Gelar Dota 2 EWC 2026
Final Dota 2 mempertemukan dua tim CIS terbaik, PARIVISION dan BetBoom Team, dalam duel best-of-five yang berlangsung sengit.
BetBoom Team sempat membuka peluang dengan memenangkan game pertama. Namun, PARIVISION mampu membalikkan keadaan setelah memenangkan game kedua yang berlangsung lebih dari satu jam.
Momentum tersebut menjadi titik balik pertandingan.
PARIVISION kemudian mendominasi dua game berikutnya untuk memastikan kemenangan 3-1 sekaligus keluar sebagai juara Dota 2 Esports World Cup 2026.
Keberhasilan ini terasa istimewa karena sepanjang turnamen PARIVISION tampil sangat konsisten. Mereka hanya kehilangan satu game selama fase grup, yakni ketika menghadapi juara bertahan Team Spirit.
Salah satu sosok paling bersinar adalah Evgeniy "Noticed" Ignatenko, yang dinobatkan sebagai MVP Grand Final setelah sukses meredam performa carry andalan BetBoom Team, Ilya "Kiritych" Ulyanov, dalam tiga game beruntun.

Team Vitality Pertahankan Takhta MWI 2026
Cabang MLBB Women's International (MWI) 2026 kembali mempertemukan dua rival terbesar esports Mobile Legends putri, yakni Team Vitality dan Natus Vincere.
Laga ulangan Grand Final 2024 tersebut berlangsung ketat. Setelah saling bertukar kemenangan, Team Vitality akhirnya berhasil mengunci kemenangan 4-2 dan mempertahankan gelar juara dunia mereka.
Game ketiga bahkan menjadi pertandingan terpanjang sepanjang turnamen sebelum Vitality berhasil mengambil alih momentum dan mendominasi dua game terakhir.
Jungler andalan Vitality, Viorelle "Vival" Chen, kembali menunjukkan kelasnya dan terpilih sebagai SONY MVP Grand Final. Ia mempersembahkan kemenangan tersebut kepada para pendukung Team Vitality yang memenuhi arena di Paris.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas dominasi Team Vitality sebagai salah satu organisasi paling sukses dalam sejarah kompetitif Mobile Legends sektor putri.

LYON Ciptakan Kisah Comeback Terbaik di Free Fire
Jika ada satu kisah paling mengejutkan sepanjang pekan kedua EWC 2026, maka jawabannya adalah LYON.
Perjalanan mereka nyaris berakhir sejak fase grup setelah hanya mampu lolos melalui Survival Stage. Namun, ketika mencapai babak final, performa LYON berubah drastis.
Tim asal Meksiko tersebut bahkan mencatatkan sejarah dengan mengoleksi 33 eliminasi dalam satu map, rekor eliminasi terbanyak sepanjang sejarah Esports World Cup.
Dominasi mereka berlanjut hingga pertandingan ketujuh, yang ditutup dengan Booyah untuk memastikan gelar juara Free Fire EWC 2026.
Kemenangan tersebut membawa LYON meraih hadiah utama US$300.000 sekaligus menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan baru Free Fire dunia.
Persaingan Club Championship Semakin Ketat
Setelah delapan cabang esports selesai dipertandingkan, persaingan menuju gelar Esports World Cup Club Championship 2026 semakin menarik.
Saat ini, Natus Vincere (NAVI) masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 1.750 poin. Posisi kedua ditempati Team Vitality dengan 1.400 poin, sementara AG.AL berada di peringkat ketiga dengan 1.100 poin.
Yang membuat NAVI dan Team Vitality unggul dibanding pesaing lainnya adalah keduanya telah memenuhi syarat utama untuk memperebutkan gelar Club Championship, yakni meraih minimal satu gelar juara dan setidaknya satu finis delapan besar di cabang esports lainnya.
Dengan syarat tersebut telah terpenuhi, fokus kedua organisasi kini hanya tinggal mengumpulkan poin sebanyak mungkin hingga seluruh rangkaian Esports World Cup 2026 berakhir.
Sementara itu, organisasi lain masih memiliki pekerjaan rumah yang lebih berat. Selain mengejar poin, mereka juga wajib memenangkan setidaknya satu turnamen agar tetap memiliki peluang merebut gelar Club Championship.
Lima Pekan Penentuan Masih Menanti
Meski delapan cabang telah menyelesaikan kompetisinya, perjalanan Esports World Cup 2026 masih jauh dari selesai. Masih ada lima pekan pertandingan dengan sejumlah cabang esports bergengsi yang siap dimainkan.
Setiap gelar yang diperebutkan kini memiliki arti lebih besar. Bukan hanya soal trofi dan hadiah uang, tetapi juga menentukan organisasi mana yang akan dinobatkan sebagai klub esports terbaik dunia pada akhir Esports World Cup 2026.
Dengan selisih poin yang belum terlalu jauh di papan atas, persaingan menuju Club Championship dipastikan akan menjadi salah satu cerita paling menarik sepanjang sisa turnamen di Paris.
Sumber: asiaplaylive.com

