Breaking
AsiaPlayLiveRekonix
DOTA 2

PARIVISION Juara Dota 2 Esports World Cup 2026 Usai Tumbangkan BetBoom Team 3-1

PARIVISION Juara Dota 2 Esports World Cup 2026 Usai Tumbangkan BetBoom Team 3-1

PARIVISION resmi keluar sebagai juara turnamen Esports World Cup (EWC) 2026 DOTA 2 setelah menumbangkan BetBoom Team dengan skor 3-1 pada Grand Final yang berlangsung di Paris, Prancis, Sabtu (19/7).

Kemenangan tersebut memastikan PARIVISION membawa pulang hadiah utama sebesar US$750.000. Sementara BetBoom Team harus puas menjadi runner-up dengan hadiah US$340.000.

Meski sempat kehilangan game pertama, PARIVISION berhasil bangkit dan membalikkan keadaan melalui tiga kemenangan beruntun. Salah satu momen paling menentukan terjadi pada game kedua yang berlangsung selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya dimenangkan PARIVISION.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi puncak performa impresif mereka sepanjang turnamen setelah tampil sangat dominan sejak fase grup.

WE ARE DOTA 2 ESPORTS WORLD CUP 2026 CHAMPIONS ????

We’ve come a long way: through training, endless tournaments, and countless sleepless nights. But every fan and everyone who supported us along the way made an invaluable contribution to our victory.

Thanks to your love and… pic.twitter.com/bYzLQWjZPZ

PARIVISION Tampil Konsisten Sejak Fase Grup

Perjalanan PARIVISION menuju gelar juara terbilang sangat meyakinkan. Mereka hanya kehilangan satu game sepanjang Group Stage, yakni saat menghadapi juara bertahan Team Spirit.

Di sisi lain, BetBoom Team harus menempuh jalur yang jauh lebih panjang. Mereka memulai dari Survival Stage dan memainkan total 20 pertandingan sebelum akhirnya mencapai Grand Final.

Dalam perjalanan menuju partai puncak, BetBoom Team juga berhasil menyingkirkan dua tim kejutan, yaitu Nigma Galaxy dan Vici Gaming.

Dengan kondisi tersebut, Grand Final mempertemukan dua tim dengan perjalanan yang sangat berbeda: PARIVISION yang tampil stabil sejak awal turnamen melawan BetBoom Team yang berhasil bangkit dari jalur bawah.

html{scroll-behavior:smooth} [id]{scroll-margin-top:110px} .daftarisi{border:1px solid #FFC700} .daftarisi ul{margin-left:8px} .daftarisi ul li a{margin-left:2px;color:#5273F6;font-weight:600} .daftarisi ul li a:hover{color:#FFC700} span#tocText,#tocIcon{color:#FFC700} Daftar Isi Sembunyikan BetBoom Team Membuka Keunggulan Lebih Dulu Noticed Raih Gelar MVP Grand Final Daftar Pembagian Hadiah EWC 2026 DOTA 2 document.addEventListener('DOMContentLoaded',function(){ const collapse=document.getElementById('tocCollapse'); const icon=document.getElementById('tocIcon'); const text=document.getElementById('tocText'); if(collapse){ collapse.addEventListener('shown.bs.collapse',function(){ icon.className='fa fa-chevron-up ms-1 fs-10'; text.textContent='Sembunyikan'; }); collapse.addEventListener('hidden.bs.collapse',function(){ icon.className='fa fa-chevron-down ms-1 fs-10'; text.textContent='Tampilkan'; }); } }); BetBoom Team Membuka Keunggulan Lebih Dulu

Game pertama menjadi milik BetBoom Team.

Mereka mengandalkan performa midlaner Danil "gpk" Skutin, yang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain lane terbaik dunia. Menggunakan Slardar untuk menghadapi Ember Spirit milik PARIVISION, gpk berhasil memenangkan fase laning dan memberikan keuntungan besar bagi timnya.

BetBoom Team kemudian mengendalikan jalannya pertandingan hingga mengamankan kemenangan dengan skor kill 18-10 dalam waktu 47 menit 59 detik, sekaligus unggul 1-0.

Game Kedua Jadi Titik Balik PARIVISION

PARIVISION merespons dengan draft yang cukup berani pada game kedua.

Mereka memberikan hero Invoker kepada Volodymyr "No[o]ne-" Minenko, yang sejak awal pertandingan langsung memberikan dampak melalui sejumlah Sun Strike penting.

Meski demikian, pertandingan berlangsung sangat ketat. BetBoom Team sempat memegang sedikit keunggulan hingga memasuki pertengahan permainan.

Momentum mulai berubah setelah menit ke-35.

PARIVISION memanfaatkan kombinasi Centaur Warrunner dengan lebih dari 7.000 HP yang membawa Lifestealer di dalamnya. Strategi tersebut membuat BetBoom Team kesulitan menghentikan inisiasi lawan.

Bahkan Drow Ranger milik BetBoom Team yang telah mengumpulkan lebih dari 40.000 net worth tidak mampu menghentikan dorongan terakhir PARIVISION.

Pertandingan akhirnya berakhir setelah 62 menit, ketika carry PARIVISION Alan "Satanic" Gallyamov menghasilkan hampir 13.000 building damage untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

No[o]ne- Tunjukkan Kelasnya di Game Ketiga

Memasuki game ketiga, PARIVISION kembali mempercayakan No[o]ne- sebagai pusat permainan.

Kali ini ia menggunakan Puck untuk menghadapi Earth Spirit milik gpk.

Alih-alih tertekan, No[o]ne- justru tampil luar biasa. Ia memenangkan empat perebutan Power Rune secara beruntun sehingga mampu mengendalikan tempo pertandingan sejak awal.

Di saat yang sama, Tiny milik Satanic berkembang menjadi ancaman utama pada fase late game.

BetBoom Team yang mengandalkan Kez di tangan Ilya "Kiritych" Ulyanov tidak mampu menghentikan dominasi PARIVISION.

Mereka akhirnya menutup game ketiga dengan kemenangan 32-16 dalam waktu 41 menit 14 detik, sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Satanic Menutup Grand Final dengan Dominan

Game keempat menjadi penampilan terbaik PARIVISION sepanjang seri.

Satanic kembali menggunakan Lifestealer, tetapi kali ini timnya tidak membutuhkan pertandingan panjang.

PARIVISION langsung menguasai permainan sejak early game dan tidak memberi kesempatan BetBoom Team untuk berkembang.

Pertandingan ditutup dengan kemenangan telak 29-7 dalam waktu hanya 36 menit 47 detik, memastikan skor akhir 3-1 sekaligus mengunci gelar juara Dota 2 Esports World Cup 2026.

Noticed Raih Gelar MVP Grand Final

Meski No[o]ne- dan Satanic tampil sangat menonjol, penghargaan Most Valuable Player (MVP) Grand Final jatuh kepada offlaner Evgeniy "Noticed" Ignatenko.

Sepanjang seri, Noticed menjalankan tugas penting untuk membatasi ruang gerak carry BetBoom Team, Kiritych, dan berhasil membuat salah satu pemain terbaik lawan kehilangan pengaruhnya dalam tiga game terakhir.

Sementara itu, No[o]ne- juga menorehkan pencapaian penting dalam kariernya. Setelah hampir 12 tahun berkarier sebagai pemain profesional Dota 2, gelar EWC 2026 menjadi salah satu trofi terbesar yang berhasil ia raih.

Usai pertandingan, No[o]ne- mengatakan keberhasilannya tidak lepas dari kualitas rekan satu tim serta kehadiran pelatih legendaris Clement "Puppey" Ivanov di belakang mereka.

Daftar Pembagian Hadiah EWC 2026 DOTA 2

Turnamen Dota 2 Esports World Cup 2026 memperebutkan total hadiah US$2 juta dengan rincian sebagai berikut:

Gelar Bergengsi Tanpa Dampak pada Club Championship

Meski menjadi juara Dota 2 EWC 2026, PARIVISION tidak akan memperoleh keuntungan pada klasemen Esports World Cup Club Championship.

Pihak penyelenggara menyatakan hasil PARIVISION di cabang Dota 2 maupun Counter-Strike 2 tidak dihitung dalam perolehan poin klasemen klub musim ini.

Situasi serupa juga dialami BetBoom Team. Meski mengumpulkan 750 poin klub sebagai runner-up, peluang mereka untuk menambah poin sangat terbatas karena hanya menyisakan kompetisi Counter-Strike 2 dalam kalender Esports World Cup 2026.

Dengan kemenangan ini, PARIVISION menutup turnamen sebagai tim terbaik Dota 2 dunia di Esports World Cup 2026 sekaligus menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan di kancah kompetitif internasional.

Sumber: asiaplaylive.com

← Lihat berita lainnya

Official Partner
Rekonix Team Esport