Breaking
AsiaPlayLiveRekonix
Apex Legends

Apa Itu Esports World Cup dan Sejarahnya Hingga Jadi Turnamen Esports Terbesar di Dunia

Apa Itu Esports World Cup dan Sejarahnya Hingga Jadi Turnamen Esports Terbesar di Dunia

Dalam waktu kurang dari satu dekade, Esports World Cup (EWC) berhasil menjelma menjadi turnamen esports paling ambisius yang pernah ada. Ajang ini bukan hanya menawarkan total hadiah terbesar dalam sejarah esports, tetapi juga menghadirkan puluhan cabang gim, ribuan atlet profesional, serta organisasi esports terbaik dari berbagai belahan dunia.

Di balik kemegahan tersebut, perjalanan Esports World Cup ternyata dimulai dari sebuah turnamen amal yang lahir di tengah pandemi COVID-19. Kini, EWC menjadi bagian penting dari strategi Arab Saudi untuk membangun industri gim global melalui proyek Vision 2030.

Lantas, bagaimana perjalanan Esports World Cup hingga menjadi sebesar sekarang?

Awal Mula Esports World Cup Berasal dari Turnamen Amal

Cikal bakal Esports World Cup dapat ditelusuri ke tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 menghentikan hampir seluruh kompetisi olahraga dan esports di dunia.

Saat itu, Saudi Arabian Federation for Electronic and Intellectual Sports (SAFEIS), yang kemudian berubah menjadi Saudi Esports Federation (SEF), meluncurkan Gamers Without Borders (GWB).

Gamers Without Borders (GWB), Cikal Bakal Esports World Cup
Gamers Without Borders (GWB), Cikal Bakal Esports World Cup

Berbeda dengan turnamen esports pada umumnya, GWB memiliki konsep charity esports tournament. Seluruh hadiah yang diperebutkan tidak diberikan kepada para pemain, melainkan disalurkan kepada berbagai organisasi kemanusiaan internasional untuk membantu penanganan pandemi.

Konsep tersebut mendapat perhatian luas karena mampu mempertemukan pemain-pemain terbaik dunia sekaligus menggalang dana sosial dalam jumlah besar.

Momentum inilah yang menjadi fondasi lahirnya ekosistem esports berskala internasional yang kemudian terus berkembang dalam beberapa tahun berikutnya.

Gamers8 Menjadi Batu Loncatan Menuju Esports World Cup

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2022, Arab Saudi memperluas ambisinya dengan meluncurkan Gamers8, festival esports dan gaming berdurasi delapan minggu yang digelar di Boulevard City, Riyadh.

Tidak hanya menghadirkan berbagai turnamen esports internasional, Gamers8 juga dipenuhi konser musik, festival budaya pop, aktivitas komunitas, hingga hiburan keluarga.

Kesuksesan Gamers8 semakin terlihat pada edisi 2023.

Gamers8 -source: Time Out Riyadh
Gamers8 -source: Time Out Riyadh

Turnamen tersebut mencatat total hadiah gabungan mencapai US$45 juta, melampaui rekor The International 2021 sebagai turnamen esports dengan hadiah terbesar saat itu.

Di tahun yang sama, Gamers8 juga memperkenalkan Club Awards, sistem kompetisi lintas gim yang memberikan penghargaan kepada organisasi esports terbaik berdasarkan akumulasi performa di berbagai cabang pertandingan.

Konsep inilah yang kemudian berkembang menjadi Club Championship, salah satu identitas utama Esports World Cup saat ini.

Esports World Cup Resmi Diluncurkan pada 2023

Tonggak sejarah berikutnya terjadi pada Oktober 2023.

Dalam ajang New Global Sport Conference di Riyadh, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, secara resmi mengumumkan kelahiran Esports World Cup sebagai penerus Gamers8.

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, dibentuk pula Esports World Cup Foundation (EWCF)—yang kini dikenal sebagai Esports Foundation—sebagai organisasi nirlaba yang bertanggung jawab mengelola seluruh penyelenggaraan EWC.

Organisasi ini didanai oleh Public Investment Fund (PIF), sovereign wealth fund milik pemerintah Arab Saudi yang juga mendanai berbagai proyek besar Vision 2030.

Penunjukan Ralf Reichert, salah satu pendiri ESL sekaligus mantan Chairman ESL FACEIT Group, sebagai CEO memperlihatkan keseriusan Arab Saudi membangun turnamen ini dengan standar industri esports internasional.

Vision 2030 Menjadi Motor Pengembangan Industri Gaming

Esports World Cup bukan sekadar turnamen esports.

Ajang ini merupakan salah satu pilar utama Vision 2030, strategi nasional Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap sektor minyak.

Melalui National Gaming and Esports Strategy (NGES), pemerintah Arab Saudi menargetkan terciptanya lebih dari 39.000 lapangan pekerjaan baru di industri gaming dan esports, sekaligus menjadikan negara tersebut sebagai salah satu pusat esports terbesar di dunia.

Karena itulah investasi terhadap Esports World Cup tidak hanya diarahkan pada penyelenggaraan turnamen, tetapi juga pembangunan ekosistem industri, pendidikan, teknologi, hingga pariwisata berbasis gaming.

EWC 2024 Memecahkan Rekor Baru Dunia Esports

Edisi perdana Esports World Cup berlangsung di Riyadh pada 2024.

Turnamen ini langsung mencetak sejarah dengan total hadiah sekitar US$60 juta, menjadikannya turnamen esports dengan prize pool terbesar sepanjang masa.

Selain puluhan kompetisi lintas gim, EWC memperkenalkan Club Championship, kompetisi antarklub yang memberikan hadiah utama sebesar US$7 juta.

Organisasi asal Arab Saudi, Team Falcons, berhasil menjadi juara Club Championship pertama.

Meski sukses secara komersial, penyelenggaraan perdana juga menuai kritik dari sejumlah organisasi HAM yang menilai EWC sebagai bagian dari praktik sportswashing. Pemerintah Arab Saudi membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa pengembangan esports merupakan bagian dari strategi diversifikasi ekonomi nasional.

EWC 2025 Semakin Besar dengan Program Pendanaan Klub

Pada edisi kedua, Team Falcons kembali mempertahankan gelar Club Championship.

Namun, salah satu perubahan terbesar adalah hadirnya Club Partner Program, program pendanaan yang memberikan dukungan finansial kepada 40 organisasi esports dunia.

Bigetron by Vitality Menjadi Juara di MWI at EWC 2025
Bigetron by Vitality Menjadi Juara di MWI at EWC 2025

Total dana yang dikucurkan mencapai US$20 juta, bertujuan membantu keberlangsungan organisasi esports di tengah kondisi ekonomi industri yang masih bergejolak.

Pada tahun yang sama, legenda sepak bola dunia Cristiano Ronaldo juga diumumkan sebagai Global Ambassador Esports World Cup, memperluas jangkauan pemasaran turnamen ke audiens olahraga tradisional.

EWC 2026 Cetak Sejarah Baru di Paris

Tahun 2026 menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi Esports World Cup.

Untuk pertama kalinya sejak berdiri, penyelenggaraan EWC dipindahkan keluar Arab Saudi menuju Paris, Prancis.

Keputusan relokasi dilakukan akibat meningkatnya ketidakstabilan keamanan di kawasan Timur Tengah, sehingga penyelenggara memindahkan seluruh kompetisi ke Paris Expo Porte de Versailles.

Meski lokasi berubah, skala turnamen justru semakin besar.

EWC 2026 menghadirkan:

Sebanyak US$30 juta dialokasikan khusus untuk Club Championship, sementara juara umum kembali memperoleh hadiah utama sebesar US$7 juta.

Beberapa gim baru seperti Trackmania, Fortnite Reload, Call of Duty: Black Ops 7, serta EA Sports FC 26 turut meramaikan edisi ketiga ini.

Di Balik Besarnya Esports World Cup

Kesuksesan EWC tidak lepas dari kolaborasi banyak pihak.

Selain Esports Foundation sebagai penyelenggara utama, operasional kompetisi dijalankan bersama ESL FACEIT Group.

Berbagai publisher besar seperti Riot Games, Valve, Activision, Electronic Arts, Ubisoft, Tencent, Krafton, Epic Games, Capcom, hingga Bandai Namco juga menjadi mitra resmi yang menghadirkan berbagai judul esports populer ke dalam EWC.

Dukungan sponsor global seperti Lenovo Legion, Sony, Hilton, Allianz, Aramco, hingga Saudia semakin memperkuat posisi Esports World Cup sebagai salah satu event esports paling prestisius di dunia.

Kontroversi yang Terus Mengiringi EWC

Di balik kesuksesan komersialnya, Esports World Cup tidak pernah lepas dari kontroversi.

Sejumlah organisasi seperti Amnesty International dan Human Rights Watch secara konsisten mengkritik penyelenggaraan EWC sebagai bagian dari strategi sportswashing, yaitu penggunaan olahraga untuk memperbaiki citra suatu negara di mata dunia.

Meski demikian, penyelenggara menegaskan bahwa investasi besar pada industri gaming bertujuan menciptakan lapangan kerja, mempercepat inovasi teknologi, sekaligus membangun ekosistem esports yang berkelanjutan.

Masa Depan Esports World Cup Masih Sangat Panjang

Dalam kurun waktu kurang dari empat tahun, Esports World Cup telah berkembang dari sebuah turnamen amal menjadi kompetisi esports terbesar di dunia dengan hadiah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan dukungan investasi besar, kolaborasi bersama publisher global, serta ambisi menjadikan esports sebagai industri masa depan, EWC diperkirakan akan terus menjadi salah satu pusat perhatian dunia gaming selama bertahun-tahun ke depan.

Meski masih dibayangi berbagai perdebatan geopolitik dan isu hak asasi manusia, tidak dapat dimungkiri bahwa Esports World Cup telah mengubah lanskap kompetisi esports global dan menjadi tolok ukur baru bagi penyelenggaraan turnamen berskala internasional.

Referensi:

Sumber: asiaplaylive.com

← Lihat berita lainnya

Official Partner
Rekonix Team Esport