Aurora dan 1Win Tumbang, Asa #IndoPride Berakhir di EWC 2026 Dota 2 Pupus
Hari yang berat bagi penggemar Dota 2 Tanah Air di ajang EWC 2026. Usai Rekonix tersingkir di fase grup, kini dua pro player asal Indonesia, Mikoto (Aurora) dan Whitemon (1Win) harus menelan pil pahit setelah tumbang dari lawan-lawannya di Survival Stage.
Aurora secara mengejutkan tumbang 0-2 dari Rune Eaters, sedangkan 1Win terkena comeback tim asal China, Vici Gaming. Dengan tumbangnya dua tim ini, praktis tak ada lagi wakil #IndoPride di kompetisi Dota 2 EWC 2026 hingga laga puncak digelar pada 19 Juli mendatang.

Mikoto dan Aurora Gaming Takluk Telak dari Rune Eaters
Setelah finis di posisi kedua Grup B pada fase round-robin dengan rekor 3-2-0, Aurora Gaming — tim yang diperkuat midlaner asal Indonesia, Rafli "Mikoto" Fathur Rahman — harus melalui jalur Survival Stage yang tanpa ampun: kalah sekali berarti pulang.
Sayangnya, di hadapan Rune Eaters pada laga 15 Juli 2026, Aurora tak mampu berbuat banyak dan takluk dengan skor telak 0-2. Kekalahan ini otomatis memupuskan peluang mereka melangkah ke babak Playoff, sekaligus mengakhiri kampanye Mikoto bersama Aurora Gaming di Paris.
Whitemon dan 1Win Ikut Tumbang Usai Sempat Unggul Duluan
Kabar tak kalah mengejutkan datang dari 1Win Team, yang diperkuat Matthew "Whitemon" Filemon. 1Win harus mengakhiri perjalanan mereka di Paris pada hari yang sama dengan tumbangnya Aurora.
Sempat unggul lebih dulu 1-0 atas Vici Gaming di laga ronde kedua Survival Stage, 1Win Team justru kebobolan comeback dan akhirnya takluk dengan skor 1-2. Hasil ini menjadi antiklimaks besar bagi 1Win, mengingat status mereka sebagai runner-up Grup D di fase round-robin dengan rekor solid 3-1-1, serta membawa nama besar sebagai tim yang mengakuisisi mayoritas roster eks-Tundra Esports — termasuk Whitemon sendiri, yang sebelumnya membawa Tundra finis ketiga di The International 2024.
Dengan kekalahan ini, Vici Gaming melangkah ke Playoff usai sebelumnya juga sempat diwarnai drama diskualifikasi PlayTime akibat isu match-fixing di ronde sebelumnya.
#IndoPride yang Padam Dua Kali dalam Satu Musim
Tumbangnya Whitemon dan Mikoto pada hari yang sama ini sebenarnya menjadi pukulan kedua bagi harapan #IndoPride di Dota 2 EWC 2026. Jauh sebelum drama Survival Stage dimulai, wakil murni Indonesia lewat jalur regional — REKONIX, satu-satunya tim yang lolos ke turnamen ini lewat Southeast Asia Qualifiers — sudah lebih dulu tersingkir di fase Grup usai finis juru kunci Grup C dengan rekor 1 menang, 4 kalah, termasuk dua kekalahan telak 0-2 dari Vici Gaming.
Artinya, sepanjang EWC 2026 berlangsung, penggemar Dota 2 Tanah Air sempat menaruh harapan pada dua nama besar yang membela panji tim internasional — Mikoto di Aurora Gaming dan Whitemon di 1Win Team — setelah REKONIX lebih dulu gugur di fase Grup. Kini, dengan tersingkirnya kedua pemain tersebut pada hari yang sama, tak ada lagi representasi Indonesia yang tersisa untuk diperjuangkan hingga partai puncak EWC 2026 di Paris.
Sumber: asiaplaylive.com

