Breaking
AsiaPlayLiveRekonix
Industry

Dua Pria di China Ditangkap Usai Diduga Curi RAM dari Hotel Esports, Raup Untung Hampir Rp30 Juta

Dua Pria di China Ditangkap Usai Diduga Curi RAM dari Hotel Esports, Raup Untung Hampir Rp30 Juta

Fenomena unik sekaligus mengkhawatirkan terjadi di China. Dua pria dilaporkan ditangkap polisi setelah diduga berkeliling ke sejumlah hotel esports dengan tujuan mencuri modul RAM dari komputer gaming yang tersedia di kamar-kamar hotel.

Kasus ini menarik perhatian karena menunjukkan bagaimana lonjakan harga komponen komputer, khususnya RAM, mulai memicu modus kejahatan baru. Alih-alih mencuri satu unit PC utuh, pelaku hanya mengambil komponen kecil yang bernilai tinggi, mudah disembunyikan, dan relatif mudah dijual kembali.

Berawal dari Aksi Seorang Diri

Berdasarkan laporan Guangming Online yang dikutip oleh Tom's Hardware dan PC Gamer, salah satu tersangka bermarga Li awalnya menjalankan aksinya seorang diri di sebuah hotel esports di Kota Shihezi, China.

Setelah berhasil mencuri RAM dari komputer gaming di hotel tersebut, Li kemudian mengajak rekannya yang bermarga Cheng untuk menjalankan aksi serupa.

Keduanya diduga berpindah-pindah dari satu hotel esports ke hotel lainnya selama periode 15 Mei hingga 31 Mei, menyewa kamar seperti tamu biasa sebelum membongkar komputer yang tersedia di dalam kamar dan mengambil modul RAM.

Diduga Mencuri 16 Keping RAM

Polisi menduga Li dan Cheng berhasil membawa kabur 16 keping RAM dari berbagai komputer gaming.

Seluruh komponen tersebut kemudian dijual melalui platform jual beli barang bekas secara daring.

Dari hasil penjualan itu, keduanya diduga memperoleh keuntungan sekitar 13.200 yuan, atau hampir US$2.000.

Meski nilai tersebut terlihat tidak terlalu besar dibanding pencurian perangkat komputer utuh, RAM menjadi sasaran yang menarik karena memiliki rasio nilai terhadap ukuran yang sangat tinggi. Modul RAM dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam saku tanpa menarik perhatian.

Terungkap Setelah Tamu Mengeluh

Kasus ini mulai terungkap ketika sejumlah tamu menyadari komputer di kamar hotel esports tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak hotel menemukan bahwa beberapa modul RAM telah hilang dari dalam komputer.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada kepolisian yang melakukan penyelidikan.

Menurut Guangming Online, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi kedua tersangka melalui metode pembongkaran komputer yang digunakan serta jejak penjualan barang curian di platform bekas.

Saat ini Li dan Cheng telah diamankan dan masih berada dalam proses penahanan. Hingga penyelidikan selesai, keduanya belum dinyatakan bersalah secara hukum.

Mengapa RAM Kini Menjadi Target Pencurian?

Kasus ini juga memperlihatkan dampak tidak langsung dari meningkatnya permintaan perangkat keras akibat perkembangan industri kecerdasan buatan (AI).

Selama beberapa tahun terakhir, kebutuhan memori untuk server AI, pusat data, hingga komputer berperforma tinggi terus meningkat. Kondisi tersebut ikut mendorong kenaikan harga berbagai jenis RAM di pasar global.

Meski RAM untuk pusat data berbeda dengan RAM yang digunakan pada PC gaming, kenaikan permintaan secara keseluruhan ikut memengaruhi rantai pasok industri semikonduktor.

Akibatnya, modul RAM menjadi salah satu komponen komputer yang memiliki nilai jual tinggi, mudah dilepas, ringan dibawa, dan relatif mudah dijual kembali melalui pasar barang bekas.

Hotel Esports Jadi Sasaran Baru

Hotel Esports - source: South China Post
Hotel Esports - source: South China Post

Hotel esports merupakan konsep penginapan yang cukup populer di beberapa negara Asia, terutama China. Berbeda dengan hotel biasa, setiap kamar dilengkapi komputer gaming berspesifikasi tinggi sehingga tamu dapat bermain game selama menginap.

Karena satu kamar bisa berisi beberapa PC dengan spesifikasi premium, nilai perangkat keras yang tersedia di dalamnya dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Hal tersebut membuat hotel esportsl berpotensi menjadi target empuk bagi pencurian komponen jika pengelola tidak menerapkan sistem pengamanan tambahan, seperti segel pada casing komputer, inventaris berkala, hingga pemantauan perangkat keras secara rutin.

Kasus Serupa Diperkirakan Bisa Bertambah

Pencurian RAM bukan satu-satunya kejahatan yang meningkat seiring melonjaknya permintaan perangkat keras untuk AI.

Beberapa waktu lalu, pencuri juga dilaporkan berhasil membawa kabur tembaga serta berbagai peralatan pusat data senilai lebih dari US$1 juta. Insiden tersebut menunjukkan bahwa komponen teknologi kini semakin menjadi target karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Kasus di China ini menjadi pengingat bahwa keamanan perangkat keras tidak lagi hanya menjadi perhatian perusahaan teknologi dan pusat data. Tempat-tempat yang menyediakan komputer gaming untuk publik, termasuk hotel esportsl, kini juga perlu meningkatkan sistem pengawasan agar tidak menjadi sasaran kejahatan serupa di masa mendatang.

Sumber: asiaplaylive.com

← Lihat berita lainnya

Official Partner
Rekonix Team Esport